Debu Proyek Rehabilitasi SPBU di Desa Kuala Utara Ganggu Aktivitas Masyarakat

Konten news – Masyarakat Desa Kuala Utara, Kecamatan Kaidipang, Kabupaten Bolmong Utara (Boltara) merasa terganggu dengan berjalannya proyek rehabilitasi halaman Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang dikelola oleh PT ARBA.
Proyek yang sedang berlangsung di sisi Jalan Trans Sulawesi tersebut menghasilkan debu tebal yang bertebaran di sekitar lokasi, mengganggu berbagai aktivitas sehari-hari warga.
Dampak debu tersebut dirasakan oleh berbagai kalangan, mulai dari pengendara sepeda motor yang kesulitan melihat jalan karena debu yang menyemburkan wajah dan mata, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar lokasi. Pedagang sembako, serta penjual pakaian dan sepatu mengaku aktivitas berjualan mereka terganggu karena pembeli enggan datang ke area yang penuh debu.
Salah satu warga yang tinggal di sekitar SPBU dan tidak ingin disebutkan namanya mengaku merasa resah dengan pelaksanaan pekerjaan yang dianggap kurang memperhatikan lingkungan sekitar.
“Kelihatannya pihak kontraktor tidak mematuhi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang berlaku,” ujarnya.
Warga tersebut juga menambahkan kekhawatirannya terkait dampak pada kesehatan.
“Debu yang berterbangan terus-menerus sangat mengganggu sistem pernapasan kami. Jika dibiarkan lama, hal ini berpotensi memicu penyakit pada saluran pernapasan dan paru-paru,” jelasnya.
Masyarakat berharap pihak pelaksana proyek segera mengambil langkah konkret untuk membersihkan jalan yang penuh debu dan mengurangi dampak negatifnya.
Saat dikonfirmasi, pihak Pertamina Boroko yang diwakili oleh Fauji menjelaskan bahwa pekerjaan rehabilitasi halaman SPBU sudah diserahkan sepenuhnya kepada kontraktor.
“Kami bukan lagi pihak yang menangani pekerjaan tersebut, sehingga tanggung jawab untuk menangani masalah debu yang mengganggu masyarakat saat ini berada di tangan kontraktor,” ujarnya.
Namun, ketika ditanya mengenai nomor kontak pihak kontraktor untuk konfirmasi lebih lanjut, Fauji enggan memberikan informasi tersebut.
“Saya tidak memiliki data nomor kontak pihak kontraktor yang bisa saya berikan,” katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, media ini masih terus berusaha melakukan konfirmasi langsung kepada pihak kontraktor terkait solusi yang akan diambil untuk mengatasi masalah debu tersebut.



