Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin!

Media Network
Hukrim

Kronologi Penemuan Nelayan Desa Minanga yang Hilang di Laut

Konten news – Peristiwa tragis menimpa seorang nelayan asal Desa Minanga, Anap Suli (59), yang ditemukan meninggal dunia setelah sempat dilaporkan hilang saat melaut. Selasa 21/04/2026

Berikut adalah urutan kronologi kejadian berdasarkan data yang di sampaikan oleh kasie Humas Polres Boltara AIPDA Bobi Noe :

1. Keberangkatan (Pukul 03.00 WITA)
Kejadian bermula pada dini hari sekitar pukul 03.00 WITA. Korban, Anap Suli, berangkat melaut sendirian menggunakan perahu katinting. Rencananya, ia menuju perairan sekitar untuk mencari ikan dengan menggunakan pukat.

2. Penemuan Perahu Kosong (Pukul 08.00 WITA)
Kecurigaan muncul ketika korban tak kunjung kembali hingga matahari terbit. Sekitar pukul 08.00 WITA, seorang warga bernama Okul menginformasikan kepada keluarga korban bahwa perahu katinting milik Anap Suli ditemukan terdampar di tepi pantai Desa Minanga, namun tanpa ada orang di atasnya.

3. Upaya Pencarian Mandiri
Istri korban, Rabaiya Lacide, langsung menuju lokasi untuk memastikan laporan tersebut. Setelah melihat perahu suaminya kosong, warga setempat berinisiatif mengamankan perahu ke daratan dan segera melakukan penyisiran di sepanjang area pesisir pantai.

4. Penemuan Jasad (Pukul 13.10 WITA)
Setelah beberapa jam pencarian, upaya warga membuahkan hasil. Pada pukul 13.10 WITA, jasad korban ditemukan di area pantai Desa Minanga dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Penemuan ini segera dilaporkan ke pihak Polsek Bintauna.

5. Evakuasi dan Pemeriksaan Medis
Pihak kepolisian yang tiba di lokasi langsung mengevakuasi jenazah ke Puskesmas Bintauna Pantai untuk pemeriksaan medis awal. Berdasarkan hasil penanganan, korban diduga terjatuh dari perahu dan terseret ombak. Faktor korban yang tidak bisa berenang diduga menjadi penyebab utama ia tidak dapat menyelamatkan diri saat insiden terjadi.

6. Pernyataan Keluarga
Keluarga korban menyatakan telah mengikhlaskan kejadian ini sebagai musibah murni dan menolak untuk dilakukan autopsi melalui surat pernyataan resmi.

Dari kejadian ini,pihak Polres Boltara melalui Kasih Humas AIPDA Bobi Noe mengimbau agar kejadian ini menjadi pelajaran bagi warga lainnya.

“Kami mengingatkan seluruh nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan, menggunakan pelampung, dan terus memantau kondisi cuaca sebelum turun ke laut,” ujarnya

Iya juga menyampaikan keberadaan jenazah saat ini dan situasi terkini wilayah hukum Polsek Bintauna

” Saat ini, jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman, dan situasi di wilayah hukum Polsek Bintauna dilaporkan tetap kondusif.Jelasnya

Irham Kadir

Seorang Jurnalis Muda yang Hobi Vlog dan Memancing

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button