Ketua DPRD Boltara Beri 3 Masukan Strategis pada Rapat Forkopimda

Konten news – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Dewi Zandra Astuti Mondo, menghadiri Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang berlangsung di ruang rapat lantai 3 kantor bupati Boltara.Rabu, 29/07/2026
Rapat koordinasi ini difokuskan pada pembahasan tiga agenda strategis daerah, yakni persiapan penyambutan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, strategi pengendalian inflasi daerah, serta langkah siaga penanganan dampak musim kemarau.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD menyampaikan sejumlah masukan dan poin penting untuk menjadi perhatian bersama seluruh jajaran dinas, instansi, hingga pemerintah desa/kelurahan di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara:
1. Menyemarakkan Peringatan HUT RI ke-81
Dalam rangka menyambut hari kemerdekaan, para Camat, Lurah, hingga Sangadi (Kepala Desa) diimbau untuk menggerakkan kerja bakti secara masif di wilayah masing-masing. Pemasangan bendera Merah Putih, umbul-umbul, penyelenggaraan perlombaan rakyat, perbaikan pagar rumah, kantor, sekolah, serta fasilitas umum, hingga pengecatan bernuansa Merah Putih diharapkan dapat menghidupkan suasana. Langkah ini penting agar tercipta lingkungan yang bersih, indah, serta mampu membangkitkan semangat nasionalisme dan kemerdekaan di tengah masyarakat.
2. Pengendalian Inflasi Daerah
Masalah pengendalian inflasi ditekankan untuk menjadi perhatian bersama seluruh elemen pemerintah. Pemerintah daerah perlu secara berkala memantau stabilitas harga bahan pangan pokok serta siap menggelar operasi pasar murah jika terjadi lonjakan harga. Di tingkat lokal, pemerintah desa diharapkan terus memperkuat ketahanan pangan masyarakat melalui pemanfaatan Dana Desa secara tepat guna serta optimalisasi pekarangan rumah warga.
3. Kesiapsiagaan Penanganan Dampak Musim Kemarau
Menghadapi potensi dampak musim kemarau, Dinas Pertanian diminta untuk segera memetakan wilayah-wilayah pertanian yang rawan mengalami puso (gagal panen), menyiapkan bantuan pompa air, serta memberikan pendampingan intensif kepada para petani. Sementara itu, BPBD diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan distribusi air bersih untuk warga yang terdampak. Para Camat dan Sangadi juga diminta aktif mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar demi mencegah kebakaran hutan/lahan, serta menjaga kelestarian sumber air desa.



